Breaking News

Awas, Ada 12 Saham Berpotensi Didepak dari Bursa Saham

0 0


ILUSTRASI. Investor berpotensi merugi jika saham yang dimilikinya dihapus dari pencatatan Bursa Efek Indonesia (BEI)./pho KANTOROBAT/Carolus Agus Waluyo/07/10/2020.

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: A.Herry Prasetyo

KANTOROBAT.COM – JAKARTA. Setidaknya ada 12 saham berpotensi dihapus dari pencatatan Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran mendekati batas masa suspensi 24 bulan.

Porsi saham publik di sejumlah saham bahkan cukup besar.

Salah satu emiten yang berpotensi terkena forced delisting adalah PT Sugih Energy Tbk (SUGI). Direktur Sugi David K. Wiranata menyebut, Rabu (13/1), SUGI berencana menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) Februari ini untuk membahas rencana mempertahankan status sebagai perusahaan tercatat.

Baca Juga: Panca Budi Idaman (PBID) Memacu Produksi dan Ekspansi Pasar

Sekadar info, perdagangan saham SUGI sudah dihentikan sejak 18 bulan lalu. Bila tidak ada perbaikan, SUGI bakal didepak paksa per Juli mendatang (lihat tabel).

PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) juga berupaya mempertahankan status sebagai perusahaan terbuka. Saham ini dihentikan perdagangannya karena free float di bawah batas minimal.

Manajemen GEMS kini tengah memproses rencana penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu untuk memenuhi kewajiban free float. “Masih menunggu proses di OJK,” kata Sekretaris Perusahaan GEMS Sudin Sudirman, kemarin.

Baca Juga: BI Memperpanjang Relaksasi Kartu Kredit

Bila pencatatan saham-saham tersebut dihapus secara paksa, investor pemegang saham akan dirugikan. Untuk menghindari kerugian investor, BEI telah menyusun sejumlah aturan.

BEI misalnya mewajibkan perusahaan yang melakukan delisting sukarela untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) saham publik.

BEI juga rajin membuat peringatan mengenai potensi saham yang akan mengalami penghapusan pencatatan secara paksa ke publik. Pengelola bursa saham ini juga mewajibkan emiten menjelaskan upaya perbaikan serta menyematkan notasi khusus di saham.

 

Saham Berpotensi Delisting dari BEI
Saham MasaSuspensi Suspensi 24 bulan
PLAS >24 bulan 28 Des 20
GEMS >24 bulan 29 Mei 21
MITI 22 bulan 11 Mar 21
KBRI 21 bulan 23 Apr 21
TRIL 20 bulan 2 Mei 21
JKSW 20 bulan 2 Mei 21
LCGP 20 bulan 2 Mei 21
HDTX 20 bulan 29 Mei 21
SUGI 18 bulan 1 Jul 21
CMPP 17 bulan 5 Agu 21
ARMY 13 bulan 2 Des 21
FINN 13 bulan 9 Des 21
Sumber: BEI, diolah

BEI juga tengah menyusun aturan yang mewajibkan emiten yang terkena forced delisting melakukan pembelian kembali saham publik. Saat ini, dasar aturannya masih digodok dalam Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (RPOJK) tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal.

Saat ini, investor cuma bisa pasrah bila saham emiten yang dimiliki mengalami forced delisting. Pasalnya, menjual saham di pasar negosiasi juga tidak mudah.

“Sedikit sekali orang yang mau beli saham calon delisting karena tidak bisa menjual kembali, walaupun perusahaan masih beroperasi,” ujar Analis Panin Sekuritas William Hartanto.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menambahkan, pelaku pasar juga bisa menghindari saham apabila kepemilikan publiknya mendekati 80%-100%.

Baca Juga: Gajah Tunggal (GJTL) Siap Tuntaskan Akuisisi Lahan & Menambah Kapasitas Produksi Ban

Makin tinggi persentase kepemilikan saham publik, potensi ditinggal oleh pemilik perusahaan makin besar. “Ini tidak bagus karena saham yang bagus tidak mungkin dijual terus ke pasar,” kata dia.

Mengamati fundamental saham juga menjadi cara agar terhindar dari kejadian nyangkut di saham berpotensi delisting.

 



Source link

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *