Breaking News

Diperdagangkan kembali, saham Adhi Karya (ADHI) naik 1,95%

0 0


ILUSTRASI. Dua orang pekerja menyelesaikan proyek pembangunan ‘longspan’ atau jembatan bentang panjang lintasan ‘Light Rail Transit (LRT)’ . ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

Reporter: Kenia Intan | Editor: Herlina Kartika Dewi

KANTOROBAT.COM – JAKARTA. Saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dapat diperdagangkan kembali hari ini, Selasa (12/1). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan, suspensi atas perdagangan saham ADHI di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 12 Januari 2021.

Saat kembali diperdagangkan, saham ADHI menguat 1,95% ke harga Rp 1.830. Volume perdagangannya sebanyak 9,97 juta dengan nilai mencapai Rp 18,17 miliar. Adapun saham ADHI diperdagangkan hingga 1.140 kali. 

Asal tahu saja,  saham ADHI dikenakan suspensi sejak Kamis (7/1) karena sahamnya mengalami  peningkatan harga kumulatif yang signifikan. 

Mengutip catatan KANTOROBAT.COM sebelumnya, saham ADHI memang cenderung bergerak menguat. Penguatan drastis telah terjadi sejak tiga bulan terakhir hingga 255,45%. Adapun per Rabu (6/1) saham ADHI bertengger di harga Rp 1.795 per saham. 

Oleh karenanya, BEI mengimbau pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perusahaan. 

Baca Juga: Harga sahamnya terus naik, ini penjelasan Adhi Karya (ADHI)

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Adhi Karya (Persero) Tbk Agung Dharmawan menanggapi, ada beberapa sentimen positif yang menjadi pendorong kenaikan harga saham ADHI. 
Dalam keterbukaan informasi Jumat (8/1) Agung mengungkapkan, sentimen-sentimen itu antara lain pengecoran bentang panjang terakhir dari pembangunan proyek LRT Jabodebek dan Adhi Karya memperoleh enam penghargaan MURI. Adapun, dua penghargaan di antaranya diterima pada tahun 2019 dan sisanya diterima pada tahun lalu. 

ADHI juga melakukan penandatanganan kontrak baru Tol Solo-Yogya dan Serang-Panimbang senilai Rp 8,7 triliun.

Selain itu, pada November 2020 ADHI mencatatkan kenaikan perolehan kontrak baru hingga 130,7% dibandingkan perolehan pada bulan sebelumnya. Pada Oktober 2020 perolehan kontrak ADHI sebesar Rp 7,5 triliun dan meningkat menjadi Rp 17,2 triliun pada November 2020. 

Sentimen positif lainnya adalah pelabuhan Patimban hasil sinergi ADHI dan BUMN Konstruksi yang resmi beroperasi, peningkatan anggaran pembangunan infrastruktur pada APBNI 2021 menjadi Rp 414 triliun, dan penandatanganan mengenai pembentukan Lembaga Pengelolaan Investasi. 

Baca Juga: Simak rencana pengembangan bisnis Adhi Commuter Properti di tahun ini

Lembaga Pengelolaan Investasi tersebut akan diberi nama Indonesia Investment Authority (INA). Agung menjelaskan, saat ini pembentukan INA masih dalam tahap finalisasi sehingga belum ada proyek dan pembicaraan lebih lanjut mengenai pendanaan dari INA. Akan tetapi diharapkan, ini mampu membantu dalam pengembangan dan pendanaan proyek-proyek infrastruktur ke depannya. 

Di 2021, ADHI menargetkan pendapatan bakal mengalami peningkatan seiring dengan perolehan kontrak baru di 2020 yang cukup baik dan target kontrak baru di 2021 yang naik 20% menjadi Rp 24 triliun hingga Rp 25 triliun. Kenaikan tersebut mempertimbangkan peluang pasar infrastruktur pada tahun ini.

“Sehingga diharapkan pencapaian laba bersih di tahun 2021 akan tumbuh dibandingkan tahun 2020 namun masih belum pulih sepenuhnya seperti di tahun 2019,” tutupnya. 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KANTOROBAT Store.





Source link

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *