0

Cara Mencegah Pertusis Pada Anak dan Orang Dewasa

Cara Mencegah Pertusis Pada Anak dan Orang Dewasa – Penyakit pertusis pada anak dan orang dewasa ini bisa disebabkan oleh bakteri Bordela Pertussis. Penularan penyakit pertusis ini bisa menular melalui media udara, yang ditularkan lewat aktifitas bersin ataupun batuk. Anak dan Orang Dewasa yang mengidap penyakit pertusis biasanya tak mendapatkan imunisasi ketika bayi.

Silahkan Baca: Obat Batuk Pertusis

Cara Mencegah Pertusis Pada Anak dan Orang Dewasa

Cara Mencegah Pertusis Pada Anak dan Orang Dewasa

Ada 2 cara yang umum dilaksanakan dalam Mencegah Pertusis. Seperti yang dipaparkan oleh kami dibawah ini:

1- Pencegahan Dengan Antibiotik Profilaksis

2- Pemberian Imunisasi DPT

Imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus) diberikan pada bayi yang berumur 6 minggu. Dengan vaksin DPT ini, bayi biasanya akan mengalami pembengkakan di area yang disuntik, mengalami kemerahan dan demam. Diharapkan, dengan pemberian vaksin DPT ini, bayi terhindar dari Tetanus, Difteri ataupun Pertusis. Selama vaksin bekerja, efek samping akan hilang dalam tempo 2 hari, untuk menghindari pembengkakan yang parah, orang tua bayi boleh kompres area bekas suntikan dengan air dingin secukupnya. Silahkan bertanya terlebih dahulu pada tenaga medis yang memberikan vaksinasi, bagaimana cara mengatasi demam setelah vaksin DPT.

Pertusis Pada Anak dan Orang Dewasa

Seseorang yang mengalami pertusis akan sakit dalam tempo 7 hari sampai 3 minggu selepas terjangkit kuman pertusis. Gejala pertusis akan semakin dirasakan ketikan malam hari, dan gejala tersebut dibagi menjadi 3 stadium:

1- Stadium Kataral

Stadium kataral akan terjadi pada  1 hingga 2 minggu, orang yang mengalami pertusis pada stadium ini akan mengeluhkan demam disertai batuk, hidung berair, dan tak memiliki nafsu makan.

2- Stadium Paroksismal

Keluhan batuk akan semakin memberatkan penderitanya. Pada stadium paroksismal yang terjadi pada tempo 3 hingga 6 minggu, akan mengalami batuk paroksismal. Penderita pertusis, akan mengalami wajah memerah ataupun membiru, mengeluarkan air liur yang berlebih, berat badan turun, anak sulit bernafas, bahkan mengalami muntah-muntah.

3- Stadium Konvalesens (lebih dari 6 minggu)

Inilah stadium konvalesens, dimana batuk atau muntah akan semakin berkurang. Pada tahapan ini pulalah, si penderita akan merasakan peningkatan kesehatan. Stadium konvalesens akan dirasakan beberapa waktu hingga penderitanya merasakan kesembuhan.

Untuk lebih memastikan pertusis yang dialami, kami menyarankan untuk mendatangi dokter ahli atau PUSKESMAS terdekat, sebagai langkah penanganan yang tepat dan efisien. Terimakasih telah menyimak artikel kami yang berjudul Cara Mencegah Pertusis Pada Anak dan Orang Dewasa.

 

Save

Save

Ahli Herbal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *